1. Siapkan bahan :
• Susu segar 1 gelas
• Sirup stroberi 2 sendok makan
• Buah stroberi 4 buah, potong kecil-kecil
• Buah anggur 4 buah, potong kecil-kecil
• Buah mangga ½ buah, potong kecil-kecil
• Boleh tambah buah lain yang kamu sukai, tambah eskrim lebih enak kayaknya
2. Campur semua bahan
3. Tambahkan es batu sesukanya
4. Eng ing eng, tarraaa :D
5. Jadilah Tutti Fruity Soup ala Chef Windi Zein
Rabu, 27 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
Tugas Agama : Politik Islam
Pengertian Politik Islam
Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafush shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa - yasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra artinya dabbarahu (mengurusi/mengatur perkara).
Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia tersebut dinamai politikus (siyasiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa ulil amri mengurusi (yasûsu) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Begitu pula dalam perkataan orang Arab dikatakan : ‘Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (masûsah) bila pemeliharanya ngengat (sûsah)’, artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu. Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta`dib).
Rasulullah SAW sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya : "Adalah Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya. Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para khalifah" (HR. Bukhari dan Muslim). Teranglah bahwa politik atau siyasah itu makna awalnya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka. Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam rangka mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi kekufuran yang nyata (kufran bawahan) seperti ditegaskan dalam banyak hadits terkenal
Politik Islam adalah politik syar’i. Ia merupakan politik yang berlandaskan konsepsi mendasar aqidah Islamiyyah, yaitu La Ilaha Illa Allah, keyakinan bahwa hanya Allah sajalah satu-satunya tempat memuja, memuji, memohon pertolongan, menyerahkan kepatuhan dan loyalitas total. Politik Islam pasti akan menghantarkan masyarakat untuk membentuk diri menjadi masyarakat Islam. Jadi, Politik syar’i adalah upaya membawa semua manusia kepada pandangan syar’i dan khilafah (sistem pemerintahan Islam) yang berfungsi untuk menjaga agama (Islam) dan urusan dunia.
PRINSIP DASAR POLITIK ISLAM
Prinsip dasar politik islam telah terdapat dalam Al- Qur’an :
“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik baiknya kepadamu.Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat. Hai orang orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasulnya, dan ulil amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah( Al Quran) dan Rasul ( sunahnya). Jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.” ( Q.S. An- Nisaa : 48-49)
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar politik Islam adalah :
· Kewajiban untuk menunaikan amanah dengan baik kepada yang berhak menerimanya
· Menetapkan hukum secara adil
· Taat kepada Allah, rasul dan ulil amri
· Perintah untuk kembali kepada AL Quran dan As Sunah
Rabu, 29 September 2010
What money can buy
A bed but not sleep
Computer but not brain
Food but not appetite
Finery but not beauty
A house but not a home
Medicine but not health
Luxuries but not culture
Amusements but not happiness
Acquaintance but not friends
Obedience but not faithfulness
S*x but not love :)
Computer but not brain
Food but not appetite
Finery but not beauty
A house but not a home
Medicine but not health
Luxuries but not culture
Amusements but not happiness
Acquaintance but not friends
Obedience but not faithfulness
S*x but not love :)
Tugas Filsafat : Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
A. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
1. Pengertian
a. Filsafat (philosophy)
· Secara Etimologi (istilah) : Cinta Kebijaksanaan atau love of wisdom (dalam arti yang sedalam-dalamnya)
· Secara Terminologi (definisi dari filsuf dan ahli filsafat) :
1) Pengetahuan yang mencoba untuk mencari pengetahuan tentang kebenaran yang asli (Plato);
2) Ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran ynag di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politikdan estetika (Aristoteles);
3) Filsafat sebagai Grunwissenschat (Ilmu dasar yang menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya) (Paul Nartorp);
4) Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan (Imanuel Kant)
b. Ilmu Pengetahuan (science)
· Ilmu yang bersifat kuantitatif dan obyektif karena merupakan hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal secara rasional
· Semua pengetahuan yang dihimpun dengan perantara metode ilmiah (John G. Kemeny)
· Ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan (Charles Singer)
· Metode untuk memperoleh pengetahuan yang obyektif dan dapat diperiksa kebenarannya ( Prof. Harold H. Titus)
2. Ruang Lingkup dan Objek
a. Filsafat
· Ruang Lingkup : Segala sesuatu yang ingin diketahui manusia
· Objek Formal/ Sudut Pandang : Bersifat non-fragmentaris karena filsafat mencari pengertian realita secara luas dan mendalam serta mengkonstatir prinsip-prinsip kebenaran dan ketidakbenaran
· Objek Material/ Lapangan : Segala sesuatu yang dipermasalahkan oleh filsafat yang ada dalam semesta, yang ada dan yang mungkin ada
b. Ilmu Pengetahuan
· Ruang Lingkup : Pengkajian yang berada dalam lingkup pengalaman manusia dengan metode untuk menyusun kebenaran secara empiris
· Objek Formal : Mencari kebenaran yang bersifat netral, tidak mengenal “hitam dan putih” dan tanpa berpihak pada siapapun kecuali kebenaran
· Objek Material : Jelas. Sehingga metode yang digunakan jeas dan tidak banyak mengalami ketimpangan
B. Relevansi serta Kegunaan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Keheranan, kesangsian dan kesadaran akan keterbatasan mendorong manusia untuk berpikir. Dalam proses berfikir, manusia melalui tiga jenis abstraksi (‘Menjauhkan diri’, ‘Mengambil dari’) yang menghasilkan jenis-jenis pengetahuan: pengetahuan fisis, matematis dan teologis. Ketiga jenis abstraksi berguna untuk menerangkan hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan.
Tahap-tahap Abstraksi:
1. Fisika : Berfikir untuk mengamati sesuatu. Ketika pengindraan mengamati suatu materi yang dapat dirasakan, akal akan menghasilkan pengetahuan yang disebut fisika
2. Matesis : Menghitung dan mengukur materi yang kita amati kemudian menghasilkan pengetahuaan yang disebut matesis (matematika)
3. Teologi : Tahap berpikir setelah pengamatan (fisika) dan perhitungan (matesis)
Relevansi filsafat dan ilmu pengetahuan adalah :
Pemikiran atau intuitif
Pembuktian atau empirisme
Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan- persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.
Perspektif filsafat ilmu bagi dan dalam ilmu pengetahuan adalah mengembangkan pengertian tentang strategi dan taktik ilmu pengetahuan alam. Rantai tersebut sebelum tahun 1600, menghubungkan filsafat disatu pangkal dan ilmu pengetahuan alam di ujung lain secara berkesinambungan. Sesudah tahun 1600, rantai itu putus. Ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dari filsafat. Ilmu pengetahuan alam menempuh jalan praktis dalam menurunkan hukum-hukumnya. Menurut Frank, fungsi filsafat ilmu pengetahuan alam adalah menjembatani putusnya rantai tersebut dan menunjukkan bagaimana seseorang beranjak dari pandangan common sense (pra-pengetahuan) ke prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam. Filsafat ilmu pengetahuan alam bertanggung jawab untuk membentuk kesatuan pandangan dunia yang di dalamnya ilmu pengetahuan alam, filsafat dan kemanusian mempunyai hubungan erat.
Filsafat ilmu merupakan landasan pengembangan ilmu khususnya ilmu pengetahuan alam karena kenyataanya, filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan alam.
Referensi : Pintu Masuk ke Dunia Filsafat & Filsafat Ilmu
Langganan:
Postingan (Atom)